Sabtu, 05 Februari 2011

Bab 1 Part.1

*Hector's Plot*

           "Oi, Tor! Lu denger gak tentang anak perempuan kelas 10-1 yang katanya menghilang?",kata temanku Chris.
           "Enggak, emang kenapa?"
           "Itu loh... kemarin katanya anak itu gak pulang ke rumahnya. Dicariin di sekolah, di rumah temennya, di tempat dia biasa nongkrong juga gak ada."
           "Ih, aneh banget sih. Bener tuh udah dicari kemana-mana? Ahh...anak zaman sekarang sukanya kabur terus deh. Gak seru."
           "Haha, iya! Ah daripada mikirin gitu, kita ke kantin aja yuk."
           "Ah, gak usah deh gue. Lagi males ni, gak selera. Sorry ya."
           "Ok deh, gak papa. Gue ke kantin dulu ya.", kata Chris sambil membalikkan badan dan berlari ke arah kantin.
           Entah kenapa aku justru jadi kepikiran tentang kemana anak perempuan itu pergi. mungkinkah dia seorang broken home? Atau sedang bermasalah dengan orang tuanya? Atau...diculik?....Mungkin saja. Semua itu bisa terjadi.
          Akhirnya setelah pulang sekolah, aku memutuskan untuk melihat ke kelas 10-1. Siapa tahu ada clue atau lainnya. Sesampainya di ruang kelas 10-1, aku iseng-iseng mengecek semua perabotan di ruangan itu. Dan ternyata benar! Persis di meja paling pojok kiri belakang, ada tulisan kasar yang sepertinya dibuat oleh anak iseng dengan menggunakan bolpoin. 's_ _ 00_ @_ _ght6p_'.
          "Tulisan aneh apa ini? Apa mungkin ini clue? kok sepertinya tidak ok sekali. Ah coba-coba masukkan huruf -huruf sajalah."


***


*Mischa's Plot*

          Aneh. Sungguh aneh. Tulisan di meja kantin tadi membuatku kepikiran terus!  Apa salahku? Apa Tuhan benar-benar mengutukku gara-gara aku banyak dosa?! "Huwaaa....", tanpa sadar aku mengeluarkan suara aneh di depan Natalia.
          "Kenapa kamu?", tanya Natalia.
          "Tidak.., cuma mikir hal yang rumit aja.", jawabku tak ingin orang lain tahu tentang hal yang tidak duniawi tadi.
          "Ah..payah. Tapi aku juga sih...lagi kepikiran sama 1 hal.."
          "Apa itu?", tanyaku agak penasarn melihat wajah temanku yang tiba-tiba berubah sendu begitu.
          "Kalangi", "Kalangi dari kelas 10-1. Kau tahu kalau dia menghilang, kan? Aku jadi khawatir. Empat hari ini dia tidak pulang ke rumah, ditelpon pun juga tidak menjawab, dan lebih lagi, tidak ada yang tahu kemana dia pergi."
           Ah aku ingat. Baik Natalia maupun Kalangi, kedua-duanya adalah OSIS. Pasti mereka sering bertemu. Dan mereka tidak hanya teman satu OSIS, tapi teman karib! Wajar kalau Natalia khawatir dengan keadaan Kalangi.
          "Natalia, aku akan membantumu!"
          "Eh?"
          "Aku akan membantumu mencari Kalangi!", tanpa menunggu jawaban langsung saja aku berlari untuk mencari tahu tentang Kalangi. Meninggalkan Natalia dengan wajah yang melongo bingung sekaligus kaget. Aku ini juga temannya. Aku akan membantunya.

***
           Kelas 10-1. Tidak ada tanda-tanda kehidupan, sepertinya sedang sepi.
           SRAAAK... "Kau..!"
           "Hah?!", teriak kaget seorang lelaki yang sepertinya sudah ada di kelas itu sejak tadi. Sepertinya dia sedang memerhatikan sesuatu.
           "Apa yang sedang kau lakukan di sini? Kalau tidak salah kau murid pindahan di kelas 12-4, kan?"
           "Ah..ya..., kau sendiri..ngapain ke kelas ini? Oh ya,sebelumnya, perkenalkan, nama gue Hector. Lu?", sapa lelaki itu berusaha memperkenalkan diri. Meskipun masih terlihat di raut muka lelaki itu terlihat sisa kekagetan tadi.
           "Mischa", " Mischa Delayate dari kelas 12-2. Jangan tertawa dengan namaku yang aneh. Ibuku yang memberinya dan aku bangga dengan hal itu."
           "Hah, kau ini ada-ada saja. Easy girl.. Gue gak akan menertawakan nama lu kok."
           Tanpa sadar, mataku menerawang meja yang sepertinya ada coretan aneh di dasarnya. sch00l@night6pm.
           "Hei, kau mencoret-coret mejanya?"
           "Bukan, bukan gue. Begitu gue datang sudah ada."
           "Jangan bohong! Jelas-jelas kau memegang bolpoin dan beberapa huruf di meja ini seperti baru ditulis.", bantahku dengan sedikit bangga. Karena itu berarti aku berhasil menaklukkan kebohongannya.
           "Baiklah,baiklah gue ngaku. gue memang menulisnya, tapi tidak semuanya gue tulis dan gue baru saja memecahkan sedikit misteri tentang hilangnya anak perempuan dari kelas 10-1 itu!"
           Langsung saja hatiku berdegup kaget. Barusan dia mengatakan anak perempuan yang hilang dari kelas 10-1. Dia baru saja menyebut Kalangi!
           "Kenapa kau mencari anak itu?", tanyaku setengah menahan rasa penasaran yang benar-benar besar tentang lelaki aneh ini.
           "Penasaran saja. Habis hilangnya anak itu terlalu aneh. Sebenarnya bukan urusan gue sih. Tapi kalau gue sudah penasaran, gue jadi ingin cepat-cepat tahu kejadian yang sebenarnya."
           Nah, ini dia yang disebut kesempatan. Bukankah melakukan sesuatu bersama lebih baik daripada sendiri.
           "Baiklah aku percaya padamu. Oh ya, aku akan menawarkan bantuan kepadamu.", " Bagaimana kalau kita mencari anak itu bersama-sama? Semuanya tentu akan jadi lebih mudah, kan?"
           "Heh, rupanya lu juga sedang mencari anak itu, ya? Baiklah gue setuju."
           "Nah, sekarang bisa tolong ceritakan apa saja yang sudah kau temukan dan bagaimana kau bisa mencoret meja ini."
           Lelaki aneh bernama Hector itu mulai menceritakan semuanya. Dimulai dari temannya yang memberitahunya soal Kalangi, rasa penasarannya yang terlalu besar, penemuan tulisan aneh di meja pojok, sampai bagaimana ia mencoba memecahkan coretan aneh itu sendiri sehingga terbentuk sch00l@night6pm, hingga akhirnya bertemu denganku dan disangka mencoret meja.
           "Haah....hari ini banyak kejadian aneh deh. Mulai dari Kalangi yang hilang sampai tulisan kematian yang lumayan mencekam hidupku."
           "Tulisan kematian?"
           "Ya."
           "HIDUPMU AKAN SEGERA BERAKHIR.", serentak kami berdua menjawab bersama. Aku yang ingin memeberitahu dan Hector yang berusaha menebak. Tapi, bagaimana ia bisa tahu?
           "Tunggu, kok kau bisa tahu?", Tanyaku agak bingung dan semakin tambah penasaran tentang cowok ini.
           "..Karena...gue juga mendapatkan...tulisan itu.."
           TIK TIK TIK. Bunyi jarum jam terdengar lebih kencang dari biasanya. keadaan menjadi sepi selama beberapa menit, sementara kami berdua masih bertatap muka bingung sambil mencerna semua kejadian ini di otak kami masing-masing. Apa sebenarnya maksud dari semua ini?


***


*Michelle's Plot*

          Aku masih sedikit kepikiran sama kejadian tadi. Aku jadi bingung! Dunia rasanya sudah tidak aman. Haduuh...mungkin pergi ke taman bisa menenangkan pikiranku.
          Dan begitu aku pergi ke taman...sekali lagi, ada tulisan aneh di depan mataku.
          "This park of blood. You come. Not by a long shot.", langsung saja mataku terbelalak melihat tulisan aneh yang menyebut kata 'blood' di antara goresan-goresan di kursi taman.
          Darah.
          Ya, itu adalah hal yang paling kutakuti. Bisa dibilang..aku sedikit trauma dengan darah. Saat aku kecil, aku pernah menemukan anjing kecil di tengah jalan. Saat itu dia begitu mungil, begitu tak berdaya. Karena itu, aku langsung membawa anjing tersebut ke rumahku dan ingin memeliharanya.
          Awalnya orangtuaku tidak suka, tapi aku terus merengek untuk menjadikan anjing itu temanku di rumah. Aku menamai anjing itu Micky. Nama yang kudapat dari Miracle dan Lucky. Kurasa itu pantas untuknya. Sudah menjadi keajaiban dan keberuntungan yang luar biasa untuk Micky yang masih bisa bertahan hidup sendiri dengan tubuh kecilnya itu.
          Dia anjing yang paling kusayangi. Yang sudah kurawat dari kecil hingga...setahun yang lalu. Saat aku sedang mengajaknya berjalan-jalan, ia mati tertabrak truk di depan mataku sendiri. Berdarah. Si Micky berdarah. Ia tidak bergerak, hanya aliran darahnya saja yang terus mengalir. Aku yang menyaksikan kejadian itu pun langsung pingsan. Saat itulah aku mulai takut melihat darah.
          Haah..ya sudahlah, lupakan cerita barusan. Aku tidak ingin mengingatnya lagi, itu terlalu...sudahlah. Sudah cukup. Konsentrasiku langsung tertuju pada maksud dari tulisan di kursi taman itu lagi. Apa itu hanya orang iseng atau ada maksud tersembunyi lainnya? Aku harus mengetahui maksud dari tulisan ini bagaimana pun caranya. Ng, 'Not by a long shot' ? Tidak lama lagi? Apa maksudnya?
          Hari menjelang sore, aku harus pulang. Ng..tunggu sebentar! Sekarang sore, tidak lama lagi adalah MALAM. Aku telah memecahkan misteri tulisan ini! Baiklah, sebaiknya aku pulang dulu ke rumah, lalu aku akan kembali lagi kesini saat malam hari.


***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar